Empat Dampak Stunting Pada Anak

Stunting merupakan sebuah gangguan tumbuh kembang dimana seorang anak biasanya akan memiliki tubuh yang lebih pendek jika dibandingkan dengan anak lain sebayanya. Sebetulnya, banyak hal yang menjadi faktor kondisi ini dapat terjadi sehingga penting bagi orangtua untuk selalu mewaspadai dan melakukan tindakan pencegahan stunting. Karena selain membuat tubuh anak menjadi lebih pendek, stunting juga memberikan banyak dampak buruk pada anak. Berikut akan kita bahas.

Baca juga: Jangan Ganjal Mulut Si Kecil Dengan Sendok Saat Kejang! Ini Sebabnya

 

Apa itu Stunting dan penyebabnya

Si Kecil bisa kita anggap mengalami stunting bila tinggi badannya berada di bawah tinggi anak lain sebanyak 2x tingkatan menurut standar pertumbuhan anak dari WHO. Kondisi ini cukup sering terjadi karena gizi buruk yang Si Kecil alami sejak masih berada dalam kandungan hingga usia 2 tahun.

Stunting dapat dimulai sejak janin masih berada dalam kandungan yang berasal dari asupan makanan Mama yang kurang bergizi. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan bayi juga bisa terhambat hingga tiba masanya kelahiran. Selain itu, pemenuhan gizi yang kurang baik selama 3 tahun dapat menyebabkan Si Kecil mengalami stunting. Pemenuhan ASI eksklusif dan makanan pendampingnya (MPASI) juga perlu untuk selalu diutamakan.

Stunting pada anak juga bisa terjadi karena infeksi yang berulang. Si Kecil yang mengalami infeksi berulang akan membutuhkan lebih banyak energi untuk melawan penyakit. Untuk menanggulanginya maka Omilove perlu untuk selalu memastikan gizi asupan bagi Si Kecil dapat terpenuhi.

Dampak Stunting bagi Si Kecil

Tumbuh kembang Si Kecil yang tidak optimal merupakan dampak utama dari stunting. Tak hanya memengaruhi tinggi dan berat badannya saja, kurangnya asupan gizi yang kurang juga akan memberikan pengaruh jangka panjang bagi kesehatan dan kecerdasannya. Berikut adalah beberapa kondisi yang akan Si Kecil alami saat mengalami stunting:

  • Memiliki tubuh yang lebih kecil

Ya, seperti penjelasan sebelumnya, anak-anak yang mengalami stunting akan memiliki masalah pertumbuhan tubuh. Sehingga, mereka akan memiliki postur tubuh yang lebih pendek dari anak-anak lain seusianya. Hal ini juga akan berdampak pada berat badannya.

  • Kecerdasan di bawah rata-rata

Apabila ia mengalami stunting sejak masih dini maka sebagai efek jangka panjang, ia akan kesulitan mengembangkan kecerdasanya secara maksimal. Akibatnya, ia akan kesulitan menyerap pelajaran dengan baik dan mungkin berpengaruh pada prestasi akademiknya.

  • Si Kecil menjadi mudah sakit

Tentu akibat kekurangan gizi, kekebalan tubuh Si Kecil juga akan menjadi lemah sehingga ia akan menjadi lebih mudah terkena penyakit.

  • Berisiko mengidap penyakit lain

Stunting yang dialami Si Kecil akan memberikan dampak lain seperti meningkatkan risiko ia memiliki penyakit tertentu.

Baca Juga: Kelelahan? Bisa Jadi Gejala Flu dan Gejala Awal Kehamilan Lho

Karena banyak dampak yang akan Si Kecil alami dari stunting, maka Omilovers perlu untuk melakukan pencegahan selalu terhadap stunting dengan mengonsumsi makanan yang tinggi gizi bahkan saat masa kehamilan. Periksakan kehamilan secara berkala dan memantau tumbuh kembang Si Kecil saat ia lahir. Kekompakan Mama dan Papa adalah hal yang mutlak dalam mencegah stunting pada anak, lho! -MR

 

Category:
Anak Bayi

Leave a Comment