Bahaya Hb Rendah pada Bayi Baru Lahir - Omiland
7643
post-template-default,single,single-post,postid-7643,single-format-standard,theme-bridge,woocommerce-no-js,,hide_top_bar_on_mobile_header,columns-4,qode-child-theme-ver-1.0.0,qode-theme-ver-16.7,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.5.2,vc_responsive

Bahaya Hb Rendah pada Bayi Baru Lahir

Bahaya Hb Rendah pada Bayi Baru Lahir

Bayi baru lahir juga bisa mengalami anemia, di mana kadar hemoglobin (Hb) dalam darahnya rendah. Padahal, Hb berperan penting untuk membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh, lho. Lalu, apa saja bahaya Hb rendah pada bayi baru lahir?

Hemoglobin adalah protein di dalam sel darah merah yang memberikan warna merah pada darah dan membawa zat besi. Zat besi inilah yang mengikat oksigen, dan menjadikan Hb sebagai komponen penting di dalam darah. Ketika kadar Hb rendah, maka sel-sel tubuh tidak dapat menerima oksigen secara cukup.

Normalnya, bayi baru lahir memiliki kadar hemoglobin (Hb) sebesar 13,5-10 g/dL (gram per desiliter). Kadar Hb normal ini sama untuk bayi perempuan maupun bayi laki-laki.

Apa Bahaya Hb Rendah pada Bayi Baru Lahir?

Bila dibiarkan, anemia pada bayi baru lahir yang ditandai dengan kadar Hb rendah bisa menimbulkan komplikasi serius, berupa:

  • Gangguan perkembangan saraf
  • Gangguan kemampuan kognitif
  • Gangguan kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah)
  • Kerusakan otak
  • Kegagalan pada beberapa organ
  • Kondisi ini tidak bisa diremehkan, karena bisa saja berujung pada kematian.

Ini Penyebab Hb Rendah pada Bayi

Ada beberapa faktor penyebab Hb rendah yang bisa menimbulkan anemia pada bayi baru lahir, yaitu:

Sel darah merah yang cepat rusak

Anemia pada bayi baru lahir bisa disebabkan oleh kerusakan sel darah merah. Umumnya, hal ini terjadi ketika bayi mengalami inkompatibilitas ABO atau rhesus (Rh), yaitu ketidakcocokan golongan darah bayi dengan ibu. Selain itu, kerusakan sel darah merah pada bayi juga bisa terjadi akibat thalassemia.

Produksi sel darah merah yang kurang

Sebelum lahir, ada kemungkinan bayi tidak bisa memproduksi sel darah merah secara cukup, yang nantinya dapat menimbulkan anemia berat setelah ia lahir. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kelainan genetik yang jarang terjadi, seperti sindrom Fanconi dan anemia Diamond-Blackfan.

Kehilangan banyak darah

Penurunan Hb juga bisa terjadi karena bayi kehilangan banyak darah, misalnya akibat tali pusar terlambat dijepit saat dilahirkan, twin to twin transfusion syndrome (TTTS), atau kekurangan vitamin K sehingga darahnya sulit menggumpal,

Hb rendah pada bayi baru lahir dapat diketahui saat dokter anak melakukan pemeriksaan darah setelah persalinan. Jika ditemukan kondisi seperti ini, dokter akan segera mencari tahu penyebabnya dan memberikan penanganan yang sesuai.

No Comments

Post A Comment