MPASI menurut WHO, IDAI, UNICEF

MPASI menurut WHO, IDAI, UNICEF

Menurut IDAI

 

Yang harus diperhatikan mengenai MPASI :

-Protein nabati & hewani diberikan sejak usia 6 bulan

-Telur, daging dan ikan diberikan dalam keadaan yang benar-benar matang

-Pemberian jus buah tidak disarankan untuk anak berusia dibawah 1 tahun

-Madu dapat diberikan setelah anak berusia 1 tahun

-Pisahkan talenan yang digunakan untuk memotong bahan mentah dan bahan matang

-Hindari pemberian makanan dengan kadar lemak tinggi, pemanis, dan penyedap rasa tambahan

-Minyak, mentega, atau santan dapat digunakan sebagai penambah kalori

-Perhatikan kebersihan tangan dan peralatan dalam mempersiapkan MPASI

-Pastikan kebersihan tangan anak sebelum memulai makan

 

Bunda boleh baca juga 10 IDE MENU MPASI VARIATIF UNTUK BAYI 6 BULAN

 

Menurut UNICEF

 

Ada 7 kelompok makanan yang sangat penting untuk tumbuh kembang bayi pada masa MPASI.

  1. Gandum / akar2an / umbi2an sebagai sumber karbohidrat
  2. Kacang-kacangan (Protein Nabati)
  3. Produk turunan susu (keju, yoghurt)
  4. Daging2an
  5. Telur
  6. Sayur & Buah yang kaya vitamin A
  7. Sayur dan buah lain

 

Menurut WHO

 

  1. Lemak penting pada makanan bayi dan anak karena lemak memberikan asam lemak esensial, memfasilitasi penyerapan vitamin larut lemak, dan meningkatkan densitas energi makanan, juga kualitas sensorik. Kebutuhan energi dari lemak pada MPASI segini nih kadarnya yang dibutuhkan.

Dikatakan, jika lemak ditambahkan pada MPASI, akan meningkatkan densitas energi, tapi di sisi lain menurunkan densitas protein dan zat besi. Hal ini dapat meningkatkan kejadian defisiensi mikronutrien kecuali diberikan fortifikasi. Artinya, pemberian lemak PENTING. Tapi protein hewani juga tidak kalah pentingnya.

Baca artikel kami yang lainnya  MENYAJIKAN BUAH UNTUK BAYI 6 BULAN

Minyak (seperti minyak keledai) dan lemak (margarin, butter, ghee) adalah sumber energi. Tambahkan 1 sdt ke MPASI untuk menambah energi dalam volume kecil.

 

2.

4 Syarat MPASI yang baik mengenai WHO :

  1. Tepat waktu (Saat ASI saja tidak mencukupi kebutuhan nutrisi bayi)
  2. Adekuat (Mencukupi kebutuhan nutrisi bayi, baik makro maupun mikronutrien)
  3. Diberikan dengan benar (Tekstur makanan sesuai usia, diberikan dengan metode responsive feeding)
  4. Aman (Disimpan dan disiapkan secara higienis, dan diberikan ke anak dengan tangan dan perlengkapan makanan yang bersih)

WHO menganggap penyakit yang disebabkan kontaminasi makanan sebagai masalah kesehatan paling luas di dunia. Keamanan makanan, terutama di maas MPAsi dapat menjadi ancaman bagi kesehatan anak.

3. WHO merekomendasikan pemberian sumber makanan hewani setiap hari sejak dini untuk mpasi bayi.

4. WHO meminta untuk Bunda meningkatkan frekuensi MPASi secara bertahap.

2-3x / hari (6-8 bulan)

3-4x / hari (9-11 bulan & 12-23 bulan)

 

Snack (seperti buah atau roti) bisa ditawarkan 1-2x / hari.

Yang dimaksud dengan makanan utama adalah yang lengkap (karbohidrat, lemak, protein, dan lain-lain).

5.WHO menghimbau untuk setiap hari diberi makanan seperti daging, unggas, ikan atau telur, karena vegetarian tidak dapat mencukupi kebutuhan nutrisi anak kecuali mendapatkan banyak suplemen. Vegetarian juga tidak menyediakan mikronutrien seperti zat besi, zinc dan kalsium yang mencukupi kebutuhan nutrisi anak.

6. WHO juga meminta Bunda untuk membuat responsive feeding.

 

Responsive feeding itu..

  1. Beri makan anak secara langsung (suap), dan bantu anak yang lebih besar makan sendiri
  2. Suapi pelan dan sabar, jangan dipaksa
  3. Kalau anak menolak banyak makanan, tawarkan berbagai kombinasi rasa, tekstur makanan
  4. Minimalkan distraksi saat makan (macam iPad, jalan-jalan, TV, mainan, odong-odong, dan lain-lain).
  5. Jaga kontak mata saat menyuapi anak, ajak bicara. Tunjukkan cinta Bunda , bukan malahan diancam kalau tidak mau makan ya.

 

 

No Comments

Post A Comment